Dandim dan Kapolres beri Materi Kebangsaan pada Kuliah Akbar

Telukjambetimur, Sabtu 28 Oktober 2017-
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, dilaksanakan Kuliah Akbar Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme serta Deklarasi Kebangsaan Oleh Seluruh Mahasiswa dan serentak dilaksanakan se Indonesia dengan tujuan diantaranya menyampaikan kesepakatan seluruh perguruan tinggi untuk menangkal radikalisme dan intoleransi dalam membentengi Pancasila dan UUD 1945.
Kegiatan ini laksanakan di Lapangan UBP (Universitas Buana Perjuangan) Kaumjaya Desa Puseurjaya Kecamatan Telukjambe timur Karawang, Sabtu sore (28/10). Kegiatan ini diikuti sekitar 500 orang diantaranya Pengawas Yayasan UBP Mayjen TNI (Purn) Mulya Setiawan, H Hasan Ashari, Dandim 0604/Karawang Letkol Arm Ayi Yosa Karya Winaya, S.Sos MM, Kapolres Karawang AKBP Ade Ary Syam, SH S.Ik, Rektor UBP H DR Dedi Mulyadi, Wakil Rektor UBP Ir Uus M Padly, Para Dekan dan Dosen UBP dan Mahasiswa UBP.
Rektor UBP dalam sambutannya mengatakan bahwa acara Kebangsaan ini dilakukan secara serentak di 34 Propinsi yang dilakukan oleh 4’5 juta dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, tujuan kegiatan ini diantaranya menyampaikan kesepakatan seluruh Perguruan Tinggi untuk menangkal radikalisme dan intoleransi dalam membentengi Pancasila dan UUD 1945.

Sementara dalam materi Dandim 0604/Karawang mengatakan Indonesia adalah bangsa yang memperoleh Kemerdekaan melalui perjuangan, bukan pemberian dari bangsa lain. Perjuangan penuh pengorbanan baik jiwa maupun raga, yang dengan ikhlas dilakukan oleh para Pahlawan pendahulu kita. Para pemuda/mahasiswa harus memiliki Wawasan Kebangsaan yang berintikan 4 Konsensus Dasar berbangsa untuk membangun semangat kebangsaan/nasionalisme, serta harus diwujudkan dalam karya nyata agar dapat menangkal ancaman narkoba, terorisme, faham radikal dan cyberwar, sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. NKRI bisa terbentuk berkat perjuangan para pendiri bangsa, jelasnya.

Hal senada dalam materinya Kapolres Karawang mengungkapkan menjadi tantangan kita di jaman yang serba mudah, banyak yang ingin memecah belah bangsa ini, kita sepakat bahwa yang mengganggu Pancasila adalah musuh kita bersama. (Dim Krw )

Lewat ke baris perkakas